Video Terkini

Polling Website

Apa Merk Laptop anda ?

Artikel Terakhir

Calendar

« Feb 2019 »
M S S R K J S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 1 2
3 4 5 6 7 8 9

Statistik Website

mod_mod_visitcounterVisitors Online22
mod_mod_visitcounterHits8043906
mod_mod_visitcounterToday1200
mod_mod_visitcounterYesterday2137
mod_mod_visitcounterThis week11773
mod_mod_visitcounterThis month57793
mod_mod_visitcounterAll days1954734

Terkait Kemiskinan, Bill Gates Dituding Salah Persepsi

Terkait Kemiskinan, Bill Gates Dituding Salah PersepsiTerkait Kemiskinan, Bill Gates Dituding Salah Persepsi

Belum lama ini, Bill Gates mengunggah kicauan di Twitter yang memperlihatkan infografis mengenai beberapa hal di masyarakat dunia. Aspek-aspek yang diperlihatkan adalah tentang kemiskinan, pendidikan, literasi, demokrasi, vaksin, dan kematian anak.

"Ini merupakan salah satu infografis kesukaan saya. Banyak orang yang sangsi dalam melihat seberapa besar kehidupan telah berkembang dalam dua abad terakhir," tulisnya dalam cuitan tersebut.

Dari enam infografis yang dikembangkan oleh Max Roser dari Our World in Data, aspek kemiskinan jadi sorotan tajam sampai saat ini. Grafik tersebut menunjukkan bahwa jumlah orang yang hidup dalam kemiskinan menurun dari 94% pada 1820 menjadi hanya 10% saat ini.

Akan tetapi, infografis tersebut dinilai memiliki sejumlah masalah. Menurut Dr Jason Hickel, akademisi dari University of London, hal yang pertama adalah data asli mengenai kemiskinan baru dikumpulkan sejak 1981.

Ia menyebut bahwa data sebelumnya sangat tidak detail. Terlebih, menghitung sampai waktu 1820 baginya tidak berarti apa-apa.

"Ini bukan pengetahuan, ini media sosial," ucap Jason, sebagaimana detikINET kutip dari The Guardian, Jumat (1/2/2018).

Lebih lanjut, Jason mengatakan bahwa angka yang dihimpun oleh Max justru menunjukkan bahwa dunia mengalami peralihan situasi terkait seberapa pentingnya uang bagi orang. Artinya, dulu, kebanyakan masyarakat bisa tidak memiliki kebutuhan untuk memiliki uang, sedangkan sekarang mayoritas orang justru kesulitan bertahan hidup dengan jumlah uang yang sedikit.

"Grafik ini tampak menunjukkan penurunan kemiskinan, tapi kenyataannya adalah ini adalah perwujudan sistem kapitalis yang merampas hak-hak orang selama pergerakan di Eropa dan kolonisasi di Bumi bagian selatan," ujar Jason.

Ia melanjutkan, sebelum komunikasi, kebanyakan orang hidup dengan ekonomi swasembada. Jadi, mereka menikmati akses terhadap kebutuhan utama seperti lahan, air, dan persediaan makanan, dengan sistem barter atau berbagi.

Saat itu, orang-orang tersebut memiliki uang yang sedikit, tapi itu tidak dibutuhkannya untuk hidup layak, jadi memang sedikit masuk akal jika mereka disebut miskin. Lalu, kelangsungan hidup tersebut dirusak oleh para kolonial yang memaksa masyarakat untuk meninggalkan tanah mereka dan bekerja di pabrik hingga pertambangan.

"Dengan kata lain, grafik Roser mengilustrasikan cerita masyarakat proletar. Tidak jelas apakah ini merepresentasikan meningkatnya taraf hidup mereka. Walau pemasukannya bertambah, bukan berarti itu bisa menyeimbangkan hilangnya sumber daya serta tanah mereka," kata Jason.

"Infografis favorit (Bill) Gates menceritakan kekejaman kolonisasi dan mengemasnya ulang seakan menjadi perjalanan cerita yang menyenangkan," ujarnya menambahkan.

Di samping itu, ia melanjutkan bahwa level penghasilan harian sebesar USD 1,9, sekitar Rp 26 ribu, atau kurang lebih Rp 800 ribu sebulan, yang dijadikan garis kemiskinan di grafik itu terlalu rendah dari standar mana pun. Ibaratnya, ketika seseorang bisa menghasilkan 2 dolar AS sehari, bukan berarti mereka terbebas dari kemiskinan.

Sejumlah akademisi menyebut USD 7,4 per hari merupakan penghasilan minimum bagi seseorang untuk memenuhi nutrisi dirinya dan menjalani kehidupan layak. Sedangkan akademisi lainnya mengatakan garis kemiskinan harus berada di kisaran penghasilan 10-15 dolar AS per hari.


(mon/krs)

Sumber : https://inet.detik.com/cyberlife/d-4410150/terkait-kemiskinan-bill-gates-dituding-salah-persepsi

Berita Terkait : Microsoft